Duterte Filipina mengancam untuk membentuk 'pemerintahan revolusioner'



INDONESIA BANGGA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memperingatkan bahwa dia siap untuk mendirikan sebuah "pemerintahan revolusioner" untuk menangkis upaya yang telah dilakukan untuk mengusirnya, memicu ketakutan akan kediktatoran yang menjulang.

Dia mengeluarkan peringatan di televisi pemerintah akhir Jumat saat dia mencerca pers, anggota parlemen Eropa dan kritikus lainnya tentang perang obat bius yang telah menyebabkan ribuan orang tewas dan memimpin kelompok hak asasi manusia untuk memperingatkan sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Duterte mengatakan bahwa dia akan menggunakan sebuah pemerintahan revolusioner, yang bertentangan dengan undang-undang darurat militer yang memerlukan persetujuan kongres, jika komunis dan lawan-lawan lainnya berusaha mengacaukan peraturannya.
"Jika destabilisasi Anda sedang terjadi dan sekarang sudah kacau, saya tidak akan ragu untuk mengumumkan sebuah pemerintahan revolusioner sampai akhir masa jabatan saya dan saya akan menangkap kalian semua dan kami dapat melakukan perang skala penuh melawan yang merah," Duterte mengatakan, mengacu pada pemberontak komunis yang telah melakukan pemberontakan hampir 50 tahun.

Wirausaha

Duterte menuduh Badan Intelijen Pusat AS merupakan bagian dari sebuah rencana untuk mengguncangnya, dan memperingatkan bahwa dia akan memenjarakan semua lawan-lawannya dan juga pemimpin komunisnya.

"Saya akan mengumumkan sebuah pemerintahan revolusioner, Anda semua ditangkap, saya tidak menakut-nakuti orang, ingat saja," katanya.

Duterte mengutip preseden yang ditetapkan oleh Corazon Aquino, yang mendirikan pemerintahan revolusioner segera setelah memimpin pemberontakan "People Power" pada tahun 1986 yang mengakhiri kediktatoran Ferdinand Marcos.

Aquino memecat semua pejabat terpilih, menghapuskan Kongres dan merobek konstitusi 1973 yang mendukung sebuah piagam sementara.

Tapi dia kemudian memastikan sebuah konstitusi baru ditulis dan diasingkan setelah pemilihan pada tahun 1992. Dia dipuja oleh banyak orang Filipina yang melihatnya sebagai pahlawan demokrasi.

Untuk mencegah terulangnya sebuah kediktatoran, konstitusi pasca-Aquino membatasi presiden menjadi satu periode enam tahun.


================================================================================
WELCOME TO SITUS RRESMI JUDI ONLINE TERPERCAYA
Minimal Deposit Rp 10.000  & Withdraw Rp. 50.000

Wirausaha

Ayo gabung dengan www.Indopoker.com dan nikmati Bonus New Member terbesar & Bonus Refferal 0.5% dan Bonus Refferal 20%
Contact :
Daftar : https://goo.gl/G8hbrC
Pin BBM : D1E0B7EC
LINE : INDO168POKER
WECHAT : INDO168POKER
HP / WhatsApp : +855888868697

No comments

Powered by Blogger.